Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Pancasila merupakan sebuah konsensus agung yang membuat Indonesia hidup sebagai satu bangsa.
Jakarta.Jurnalisia.com– Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, Presiden Prabowo mengatakan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan sejarah, pengalaman, budaya, serta cita-cita bangsa Indonesia sendiri.
“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ujar Presiden Prabowo.
- Tema: “Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia”
- Momentum: Peringatan 81 Tahun Hari Lahir Pancasila (1 Juni 1945 – 1 Juni 2026).
- Fokus Utama: Transformasi ekonomi nasional menuju Ekonomi Pancasila demi mewujudkan keadilan sosial dan kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global.
5 Pilar “Ekonomi Pancasila” menurut Presiden Prabowo
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menjabarkan lima poin utama mengenai implementasi nyata Pancasila dalam sistem ekonomi nasional:
- Ekonomi yang Religius, Berkemanusiaan, dan Memperkuat Persatuan Kekayaan alam adalah amanah Tuhan yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran rakyat serta generasi masa depan, bukan sekadar komoditas komersial.
- Pertumbuhan yang Menghasilkan Kesejahteraan Nyata Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menjadi angka statistik. Hasilnya harus menyentuh masyarakat paling lemah, menjamin kecukupan gizi anak-anak, serta memberikan akses pupuk yang tepat waktu bagi petani dan pasar yang adil bagi nelayan.
- Berpihak pada Kepentingan Nasional Menghentikan aliran keuntungan sumber daya alam ke luar negeri melalui kebijakan ekspor satu pintu, investasi besar di bidang hilirisasi industri, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.
- Ekonomi yang Egaliter dan Kerakyatan (Sesuai Pasal 33 UUD 1945) Menghidupkan kembali peran koperasi sebagai alat pengentas kemiskinan, memperkuat UMKM, dan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di mana rakyat menjadi pelaku utama, bukan objek pembangunan.
- Ekonomi Berkeadilan Sosial Memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan pemerataan, sehingga kemajuan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Tantangan dan Strategi Transformasi
Presiden Prabowo menegaskan bahwa proses transformasi ini tidak akan mudah dan berpotensi menghadapi resistensi dari pihak-pihak tertentu:
-
- Tantangan Internal: Potensi adanya perlawanan dari kelompok-kelompok yang diuntungkan oleh praktik korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal.
- Strategi Nyata Pemerintah:
- Memperkuat hilirisasi sumber daya alam.
- Membangun ketahanan pangan nasional.
- Menjalankan program makan bergizi gratis untuk mencetak generasi unggul.
- Memperbaiki tata kelola pemerintahan untuk menutup celah kebocoran kekayaan negara.
Pesan Kunci:
“Kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan kasihan atau membantu kita jika kita dalam kesulitan. Ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh-sungguh—terutama di bidang ekonomi—Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati, sejahtera, mandiri, dan mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia.”hs
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
FokusJuni 3, 2026Kejati Kepri Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Kasus Penyaluran Kredit Mikro BRI ,Rugikan Negara Rp.4,07 Milyar.
Serba-serbiJuni 1, 2026Presiden Prabowo: Pancasila Konsensus Agung Pemersatu Bangsa.
FokusMei 31, 2026Proyek Energi Angin Pertama di Batam:
FokusMei 31, 2026MK Putuskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota RI. Tidak Membatalkan IKN

