Batam.Jurnalisia.com–Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappenas) mendukung pengembangan proyek konversi energi angin menjadi listrik pertama di Indonesia di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Proyek Utama: Pengembangan Tennet 2GW High Voltage Direct Current Project, yaitu proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia sekaligus bagian dari pengembangan industri energi berkelanjutan global.
Peresmian Fasilitas: Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad meresmikan dua gedung baru milik PT McDermott Indonesia di Batam pada Kamis, 28 Mei 2026.
Gedung Cakrawala: Fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim.
Gedung Nusantara: Fasilitas blasting (pembersihan permukaan) dan painting (pengecatan).
Nilai Investasi: Pembangunan kedua gedung tersebut menelan biaya sebesar 240 juta dolar AS atau setara dengan Rp4 triliun.
Dampak Ekonomi & Tenaga Kerja
Penyerapan Tenaga Kerja: Proyek ini menyerap 7.000 tenaga kerja lokal dalam proses konstruksinya.
Pemberdayaan SDM: Struktur proyek ini direncanakan 100 persen oleh insinyur muda lokal.
Pertumbuhan Ekonomi Regional: Proyek ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) hingga mencapai 7,04 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I-2026. Angka ini menempatkan Kepri di peringkat pertama di regional Sumatera dan peringkat ke-5 secara nasional.
Realisasi Investasi: Berdampak positif pada pencapaian investasi Kepri yang menyentuh angka Rp64,67 triliun pada tahun 2025.
Pernyataan Pejabat Terkait
Menteri PPN/Kepala Bappenas (Rachmat Pambudy): Berharap proyek ini memberikan manfaat ekonomi dan investasi yang besar, tidak hanya untuk Batam tetapi juga untuk skala nasional.
Gubernur Kepri (Ansar Ahmad): Menegaskan bahwa proyek ini memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri fabrikasi dan energi di Indonesia, serta menjadi bagian dari rantai pasok industri energi berkelanjutan dunia. Beliau juga mengapresiasi perjalanan PT McDermott yang telah beroperasi sejak 1970-an dan berkembang dari lahan 8 hektare menjadi 110 hektare.hs
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
FokusJuni 3, 2026Kejati Kepri Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Kasus Penyaluran Kredit Mikro BRI ,Rugikan Negara Rp.4,07 Milyar.
Serba-serbiJuni 1, 2026Presiden Prabowo: Pancasila Konsensus Agung Pemersatu Bangsa.
FokusMei 31, 2026Proyek Energi Angin Pertama di Batam:
FokusMei 31, 2026MK Putuskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota RI. Tidak Membatalkan IKN

